pertemuan presiden amerika donald trump dengan presiden china xi jinping di washington september 2026

Amerika Serikat dan Tiongkok sejauh ini menunjukkan kemajuan yang tidak merata dalam memenuhi berbagai komitmen perdagangan yang sempat diumumkan usai pertemuan kedua pemimpin di Beijing pada bulan Mei lalu. Saat Trump dan Xi Jinping kembali duduk bersama di Washington, pertanyaannya adalah apakah pertemuan tatap muka kedua mereka tahun ini mampu mendorong pemerintahan kedua negara untuk bergerak maju dalam menyelesaikan berbagai isu penting.

Beberapa isu utama yang menjadi sorotan meliputi ekspor daging sapi dan pesawat Boeing, hingga kerja sama kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Meskipun ada peluang untuk mencapai kemajuan yang sifatnya moderat, para analis tidak berekspektasi akan ada terobosan besar dari kunjungan Presiden Xi.

Menurut Sara Schuman, mantan negosiator senior perdagangan Tiongkok untuk AS dan adjunct fellow di Center for a New American Security, hasil terpenting dari kunjungan ini sebenarnya adalah fakta bahwa kunjungan itu sendiri benar-benar terjadi, beserta segala simbolisme dan pencitraan politik di baliknya.

Pada bulan Mei lalu, kedua negara sepakat membentuk kerangka "stabilitas strategis yang konstruktif" guna mencegah perbedaan pendapat agar tidak bereskalasi menjadi konflik yang lebih besar. Harapan utamanya adalah menemukan titik-titik kerja sama, meskipun perbedaan fundamental di antara kedua negara adidaya ini tetap ada.

Poin-Poin Utama yang Disorot:

  • Dewan Perdagangan (Board of Trade): Ada spekulasi kuat mengenai peluncuran Dewan Perdagangan serta pemangkasan tarif timbal balik senilai $30 miliar untuk barang-barang dari kedua belah pihak. Kementerian Perdagangan Tiongkok sebelumnya menyatakan niat untuk mengimplementasikan pemangkasan tarif tersebut dalam waktu dekat.
  • Pembelian Produk Pertanian: Berdasarkan kesepakatan Mei lalu, Tiongkok berkomitmen membeli setidaknya $17 miliar produk pertanian AS per tahun (ditambah komitmen kedelai sebelumnya), yang totalnya mencapai sekitar $30 miliar per tahun. Namun, masih ada keraguan apakah target tersebut akan benar-benar tercapai sepenuhnya.
  • Sektor Penerbangan (Boeing): Pembuat pesawat Boeing masih menanti kepastian pesanan lanjutan dari maskapai-maskapai Tiongkok di tengah dinamika rantai pasok dan negosiasi suku cadang.
  • Perhatian pada AI: Isu AI akhirnya mendapat perhatian serius setelah kekhawatiran industri meningkat terkait potensi penyalahgunaannya. Kendati demikian, persaingan ketat untuk mempertahankan keunggulan kompetitif membuat kedua negara masih berhati-hati dalam berbagi teknologi inti.
  • Komunikasi Krisis: Mengingat rendahnya tingkat kepercayaan (trust) antara kedua negara, para pengamat menilai penting bagi pejabat kedua belah pihak untuk memiliki saluran komunikasi langsung guna meredam potensi krisis secara cepat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama